Dengan berkembang pesatnya teknologi informasi, maka kebutuhan pembuat perangkat lunak khususnya pada bidang teknologi informasi sangatlah besar. Hal ini terlihat bahwa terdapat 200 website baru yang muncul setiap minggunya. Berdasarkan kondisi tersebut, maka diperlukan seorang ahli teknologi informasi. Lebih lanjut, berdasarkan data yang diperoleh dari http://datapokok.ditpsmk.net/, menunjukkan bahwa banyaknya sekolah kejuruan yang memiliki bidang teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia ada sebanyak 7.803 sekolah. Hal ini tidak sebanding dengan banyaknya universitas yang memiliki program studi pendidikan teknologi informasi, yaitu hanya sekitar 21 universitas yang terdiri dari 4 universitas negeri dan 17 universitas swasta (sumber: https://forlap.ristekdikti.go.id/prodi/search/), seperti yang terlihat pada tabel  di bawah ini.

Tabel Data Universitas Yang Memiliki Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi di Indonesia

No Universitas Wilayah Kopertis Status
1 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh VIII Negeri
2 STKIP PGRI Tulungagung VII Swasta
3 STKIP Yapis Dompu VIII Swasta
4 Universitas Brawijaya VII Negeri
5 Universitas Muhammadiyah Kendari IX Swasta
6 Universitas Negeri Gorontalo IX Negeri
7 STKIP Garut IV Swasta
8 Universitas Slamet Riyadi VI Swasta
9 Universitas Negeri Surabaya VII Negeri
10 Universitas Muhammadiyah Sukabumi IV Swasta
11 Universitas PGRI Semarang VI Swasta
12 Universitas Bina Bangsa IV Swasta
13 Universitas Teknologi Yogyakarta V Swasta
14 STKIP PGRI Situbondo VII Swasta
15 STKIP Muhammadiyah Sorong XIV Swasta
16 IKIP PGRI Semarang VI Swasta
17 IKIP PGRI Pontianak XI Swasta
18 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya XI Swasta
19 STKIP Taman Siswa Bima VIII Swasta
20 Institut Pendidikan Indonesia Garut IV Swasta
21 STKIP PGRI Banjarmasin XI Swasta

 

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa Negara Indonesia dirasakan masih membutuhkan universitas-universitas di Indonesia untuk membuka prodi pendidikan teknologi informasi. Sehingga secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa kebutuhan ahli teknologi informasi secara nasional saat ini masih sangatlah besar. Oleh sebab itu, untuk menciptakan ahli teknologi informasi yang mumpuni, diperlukan peran seorang guru dalam mendidik dan membinanya.

 

Melalui prodi pendidikan teknologi informasi, guru vokasi akan dibina dan disalurkan ke sekolah-sekolah kejuruan. Berdasarkan data yang diperoleh dari laman http://datapokok.ditpsmk.net/, terlihat banyaknya sekolah kejuruan yang memiliki bidang teknologi informasi khususnya di wilayah Jakarta terdapat sebanyak 174 sekolah. Akan tetapi, dengan kebutuhan guru di 174 sekolah tidak ditunjang dengan adanya universitas di wilayah Jakarta atau di wilayah kopertis III yang tidak memiliki program studi pendidikan teknologi informasi (sumber: https://forlap.ristekdikti.go.id/prodi/search/ ). Hal tersebut berbeda dengan daerah lain, sebagai contoh provinsi Aceh yang termasuk dalam kopertis VIII memiliki 3 universitas yang memiliki program studi pendidikan teknologi informasi dan sekolah kejuruan yang sesuai sebanyak 93 sekolah, seperti yang terlihat pada tabel 2 di bawah ini.

 

 

 

 

 

Tabel  Banyaknya Sekolah Kejuruan Teknologi Informasi di Indonesia

No Sekolah Wilayah Jumlah No Sekolah Wilayah Jumlah
1 DKI Jakarta 174 18 Sulawesi Utara 125
2 Jawa Barat 1.745 19 Sulawesi Tengah 101
3 Jawa Tengah 890 20 Sulawesi Selatan 275
4 D.I Yogyakarta 99 21 Sulawesi Tenggara 92
5 Jawa Timur 1.232 22 Maluku 34
6 Aceh 93 23 Bali 66
7 Sumatera Utara 544 24 Nusa Tenggara Barat 170
8 Sumatera Barat 96 25 Nusa Tenggara Timur 86
9 Riau 171 26 Papua 61
10 Jambi 100 27 Bengkulu 57
11 Sumatera Selatan 165 28 Maluku Utara 53
12 Lampung 283 29 Bantena 390
13 Kalimantan Barat 104 30 Bangka Belitung 27
14 Kalimantan Tengah 60 31 Gorontalo 31
15 Kalimantan Selatan 77 32 Kepulauan Riau 51
16 Kalimantan Timur 117 33 Papua Barat 25
17 Kalimantan Utara 125 34 Sulawesi Barat 84

 

Lebih lanjut, dengan memasuki era pasar bebas, maka banyak peluang kerja bagi guru untuk mengembangkan karirnya di kancah internasional khususnya pada bidang keilmuan teknologi informasi. Hal ini sejalan dengan visi misi FIP UMJ dalam mempersiapkan calon pendidik, pendidik, dan tenaga kependidikan yang professional yang siap menghadapi era globalisasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

 

Berdasarkan penjelasan dan data-data yang telah dipaparkan sebelumnya, maka sudah selayaknya prodi pendidikan teknologi informasi didirikan di FIP UMJ untuk memenuhi kebutuhan guru untuk mendidik para pemuda pemudi Indonesia menjadi seorang ahli teknologi informasi yang mumpuni baik dalam skala regional, nasional, maupun internasional.

 

  1. Kelebihan

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) memiliki ciri khas sebagai salah satu fakultas yang memiliki komitmen modern, islami, dan terkemuka. Sehingga nilai-nilai islami selalu dibangun dalam proses belajar mengajar. Termasuk di dalam prodi pendidikan teknologi informasi. Lebih lanjut, prodi pendidikan teknologi informasi di bawah naungan FIP yang dapat dikatakan memiliki pondasi yang kuat dalam ilmu pedagogik, sehingga calon-calon pendidik yang akan dihasilkan diharapkan memiliki pengetahuan pendidikan yang kuat dan mumpuni. Dengan terletak di ibukota Negara prodi pendidikan teknologi informasi FIP UMJ akan diharapkan memiliki pengaruh dalam perkembangan teknologi informasi. Hal ini dikarenakan, dengan pesatnya informasi dan teknologi yang ada di ibu kota.

 

  1. Manfaat

Bagi institusi

  1. Dengan sistem pendidikan yang kreatif dan inovatif, program studi Pendidikan Teknologi Informasi FIP UMJ akan bermanfaat bagi peningkatan kualitas akademik khususnya dalam bidang pengembangan pendidikan, pengajaran, pengabdian dan penelitian di FIP UMJ.
  2. Dengan memperhatikan dan mengedepankan pengembangan penelitian – penelitian dalam bidang pendidikan teknologi informasi yang hasilnya memiliki kualitas tepat guna dan dapat dipublikasikan baik secara nasional maupun internasional.
  3. Program studi Pendidikan Teknologi Informasi FIP UMJ akan meningkatkan citra institusi baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

 

Bagi Masyarakat

  1. Memberi kesempatan dan wadah bagi masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan dan profesionalitas dalam bidang pendidikan dan pembelajaran Teknologi Informasi.
  2. Dengan misi mengembangkan penelitian di bidang Pendidikan Teknologi Informasi, masyarakat akan memanfaatkan hasil temuan – temuan baru, seperti pengembangan teknologi terkini dan perangkat lunak yang akan menompang kebutuhan kehidupan sehari-hari.
  3. Pemanfaatan hasil pengabdian masyarakat yang telah diberikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman.
  4. Memberikan kesempatan meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi bidang Pendidikan Teknologi Informasi.

 

Bagi Bangsa

  1. Melalui lulusan prodi pendidikan teknologi informasi, Indonesia akan memperoleh sumber daya manusia yang ahli dalam bidang teknologi informasi yang dapat mendukung perkembangan bangsa Indonesia secara umum dan perkembangan kualitas penduduk Indonesia secara khusus. Hal ini dikarenakan, lulusan prodi pendidikan teknologi informasi dapat mendidik putra putri Indonesia menjadi penerus bangsa yang keatif, inovatif, serta mandiri.
  2. Melalui produk-produk yang dihasilkan oleh lulusan prodi pendidikan Teknologi Informasi dapat membantu bangsa Indonesia dalam mengembangkan kualitas penduduknya melalui inovasi-inovasi dalam bidang pendidikan. Sehingga permasalahan-permasalahan yang ada dalam bidang pendidikan dapat diminimalisirkan.
  3. Meningkatkan daya saing bangsa dalam menyambut era globalisasi dengan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan dengan menggunakan acuan kurikulum internasional.
  4. Memenuhi kebutuhan dan kekurangan tenaga pendidik (guru) Teknologi Informasi di sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta khususnya sekolah-sekolah Kejuruan yang berada dibawah Persyarikatan